Selasa, 15 Februari 2011

KEHARUSAN MENJAGA TALI HUBUNGAN NASAB KETURUNAN NABI MUHAMMAD SAW.

Dalam menjaga kesinambungan kekhususan tali kefamilian dari keturunan Rasulullah SAW., bagi lelakinya (sayyid/syarif) tidaklah begitu bermasalah, karena nasab7) anak-anaknya akan bertalian kepadanya, ke kakeknya dan seterusnya hingga sampai ke Sayyidina Husein atau Sayyidina Hasan radhiyallahu'anhuma. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa mereka berdua adalah anak kesayangan dari Sayyidatina Fathimah Az-Zahra' radhiyallahu'anha yang bernasab kepada baginda Rasulullah SAW., sedangkan ayah mereka berdua adalah Al-Imam 'Ali karromallahu wajhah suami dari Sayyidah Fathimah Az-Zahra'.

Nah...! yang menjadi masalah adalah: Bagaimana dengan kaum wanita (sayyidah/syarifah) dari keturunan Rasulullah SAW., bila mereka menikah dengan seorang lelaki ….?

Tentu, sebagai jawaban adalah tergantung pada ayah dari anak-anak hasil perkawinan mereka (kepada suami yang telah menjadi jodoh sayyidah atau syarifah tersebut). Oleh karenanya suami mereka itu haruslah yang sekufu (sebanding/sederajat dalam hal nasab dengan mereka), sebagai penerapan kafa'ah dalam penjodohannya. Hal ini adalah merupakan hak dan kewajiban bagi kaum wanita keturunan Rasulullah SAW., serta wali-walinya dalam usaha menjaga nasab yang berhubungan dengan Beliau SAW.

Untuk menjodohkan atau menikahkan antara seorang pria dengan wanita bukanlah sekedar rasa cinta antara dua jenis saja yang dititik-beratkan, akan tetapi cinta itu tumbuh karena diawali dengan cinta terhadap keridhoan Allah SWT dan Rasul-Nya. Yakni tidak menyalahi, mengganggu atau melanggar perintah dan larangan Allah SWT., apalagi bermaksiat atau mengkhianati wasiat yang diamanatkan bagi semua manusia. Jalinan cinta yang tumbuh antara dua insan atas dasar ikhlas dan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta bertaqwa, akan tumbuh rasa cinta yang sejati. Cinta dan benci karena Allah SWT akan menjadi tali pengikat keimanan dan merupakan seutama-utamanya amal.

Rasulullah SAW bersabda :

"Amal yang sangat utama adalah cinta dan benci karena Allah SWT". (HR. Abu Daud dari Abu Dzar).

Kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT., akan dijadikannya sebagai motor dan indikator dalam mereaksikan cintanya kepada yang selain Allah SWT.

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW.

"Cintailah Allah SWT karena Ia selalu memberi kamu nikmat- nikmat-Nya. Dan cintailah aku (Nabi SAW) karena cintamu kepada Allah SWT dan cintailah keluargaku karena cintamu kepadaku." (HR. Turdmudzi dari Ibnu 'Abbas).

Dan masih banyak lagi hadits-hadits Nabi SAW yang menerangkan perlu dan wajib bagi ummatnya mencintai Rasulullah SAW dan Ahlul-Baitnya sebagai tanda cinta mereka kepada Allah SWT.

Cinta seorang lelaki "Akhwal" (lelaki yang tidak bersambung nasab kepada Rasulullah SAW) terhadap keturunan Ahlul Bait Nabi SAW., mestinya bukan ditunjukkan dengan cara menikahi wanita Ahlul Bait tersebut, apalagi dengan alasan bahwa ia mencintai dan sengaja memilih menikahi mereka karena menjalani perintah Rasulullah SAW seperti sabda Beliau :

"Hendaklah menikahi wanita yang baik nasabnya "atau "Dinikahi wanita karena nasabnya…." Dan lain-lainnya.

Sungguh! bukan begini sebenarnya cara menampakkan cinta dan ta'at kepada baginda Rasulullah SAW dan Ahlul-Baitnya, sungguh ! sekali lagi bukan. Tidaklah mungkin dapat dikatakan cinta yang sebenarnya atau sesuai dengan apa yang dimaksudkan Nabi SAW., juga sangat keliru kalau yang demikian itu guna melaksanakan wasiat Beliau SAW., dengan melihat dari satu sudut saja suatu hadits atau dapat disebut melihat dengan sebelah mata.

Landasan perkawinan yang demikian sungguh sangat timpang dan pincang. Ini hanya merupakan dorongan hawa nafsu belaka. Bahkan andai dihadapkan pada amanah Nabi SAW., tentu tampak sebagai suatu kesalahan yang disengaja, tidak wajar dan niatan hati yang tidak baik.

Dapat dilihat bahwa ia melaksanakan perintah Nabi SAW., dengan menepis keberadaan hadits-hadits lain, sehingga dalam pijakan hukum tidak dibedakan antara makna keta'atan dengan makna cinta.

Lelaki yang tidak sekufu dengan wanita yang bernasabkan kepada Rasulullah SAW (sayyidah/syarifah), lalu ia menikah dengannya, sama artinya ia tidak memiliki rasa ta'adzdzom (mengagungkan) dan rasa hormat kepada Baginda Nabi SAW. Terhapuslah arti kecintaan kepada Beliau SAW., sebab tindakannya mengganggu, merusak dan memutuskan hubungan nasab syarifah yang ia kawini dengan Nabi SAW., apalagi bila berbuat lebih dari itu seperti menghina, menyakiti, menganiaya dan lain sebagainya, tentu tuntutan Nabi SAW dan hukuman Allah SWT. Segera akan menimpanya.

Pengakuan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya haruslah mematuhi dan mengikuti yang diperintahkan dengan tidak sedikitpun ada niatan atau tindakan yang menyalahi.

Allah SWT., berfirman:

"Katakanlah (hai Muhammad), jika kalian benar-benar mencintai Allah SWT, maka kalian ikutilah aku. Niscaya Allah SWT akan mencintai dan mengampuni dosa-dosa kalian." (QS. Ali 'Imran: 31).

 * Nasab adalah: Suatu silsilah keturunan/garis keturunan

manfaat kulit jeruk

Manfaat Kulit Jeruk

Kulit jeruk ternyata mempunyai banyak manfaat untuk meringankan berbagai gejala penyakit. Apa saja manfaatnya?

1) Mencegah mabuk perjalanan. Satu jam sebelum naik mobil, ambilah secuil kulit jeruk yang segar terus dekatkan ke hidung anda dan hiruplah aroma jeruk di kulitnya. Setelah naik mobil, terus menghirup minyak kulit jeruk itu untuk mencegah mabuk perjalanan.

2) Mencegah frostbite (radang dingin). Bakarlah beberapa kulit jeruk dan giling sampai menjadi bubuk, campurkan dengan minyak sayur dan oleskan ke daerah yang bengkak karena cuaca dingin tersebut.

3) Mengobati bronchitis (radang pada saluran paru-paru) kronis. Taruhlah 5 sampai 15 gram kulit jeruk kedalam sebuah gelas, tambahkan air yang mendidih untuk membuat segelas “teh kulit jeruk”. Minumlah sesering mungkin .

4) Mengobati batuk. Taruhlah 5 gram kulit jeruk kering kedalam 2 gelas air dan rebus selama 10 sampai 15 menit kemudian tambahkan beberapa jahe dan gula merah. Minumlah selagi hangat.

5) Mengobati konstipasti (sembelit/ susah buang air besar). Rebus 12 gram kulit jeruk segar atau 6 gram kulit jeruk kering dengan air untuk 10 sampai 15 menit. Minumlah 2 kali sehari untuk mencegah sembelit (susah buang air besar).

6) Mengobati hangover (perasaan sakit pada waktu bangun pagi setelah minum minuman keras terlalu banyak). Rebuslah 30 gram kulit jeruk segar dengan air untuk 15 sampai 20 menit, tambahkan sedikit garam dan minumlah.

7) Mengobati sakit geraham. Taruhlah sepotong kecil kulit jeruk yang segar ke dalam mulut anda selama 10 menit sebelum anda tidur. Tetaplah biarkan di dalam sampai anda merasa kurang nyaman.

8) Merawat dan mengobati gigi yang sensitif. Apakah gigi anda menjadi terasa sensitif setelah makan jeruk? Taruhlah kulit ke dalam gelas dan tambahkan air mendidih, tutup gelasnya selama 5 sampai 10 menit kemudian minumlah.

9) Mengobati mastitis (payudara terasa bengkak saat produksi ASI berlebih). Rebuslah 30 gram kulit jeruk yang segar dan 6 gram licorice (akar manis) dengan air. Minumlah dua kali sehari.

10) Menghilangkan bau mulut. Mengunyah sepotong kecil kulit jeruk yang segar dapat menghilangkan bau mulut.

11) Menghilangkan gejala alergi sehabis makan ikan dan kepiting. Rebuslah beberapa potong kulit jeruk segar dengan air dan minumlah.

12) Menghentikan muntah dan mengobati perut yang sakit. Rebus beberapa potong kulit jeruk dengan jahe yang segar bersama air dan minumlah.

13) Mencegah sesak di dada (sesak napas). Tambahkan air didih ke dalam gelas yang berisi kulit jeruk segar, tutuplah selama 10 menit, dan tambahkan gula sebelum kamu meminumnya, ia dapat menghentikan rasa sesak di dada dan radang tenggorokan.

14) Mengobati masalah pencernaan. Rendam 50 gram kulit jeruk dengan wine putih untuk kurang lebih selama 20 hari, ini sangat baik buat pencernaan, pusing dan muntah. Jika kamu makan terlalu banyak makanan berlemak dan merasa panas dalam, cobalah cara ini.

15) Menghilangkan dahak di dalam paru paru. Rendamlah sepotong kulit jeruk ke dalam wine putih untuk kurang lebih 20 hari dan minumlah, semakin lama direndam, hasilnya akan semakin baik.

16) Mengatasi kedinginan. Rebus beberapa kulit jeruk dan jahe segar di dalam air untuk kurang lebih 15 sampai 20 menit, tambahkan gula merah, dan minumlah seperti teh. Cara ini dapat mengobati kedinginan, flu, muntah dan batuk.

17) Mengembalikan nafsu makan yang kurang. Ambillah kulit jeruk yang segar dan jemurlah sampai kering. Campurkan kulit jeruk itu dengan daun teh. Ketika kamu sedang tidak punya nafsu makan, tambahkan air yang masak ke dalam dan aduklah bikinlah segelas “teh kulit jeruk”. Cara ini dapat mengembalikan nafsu makan kamu yang hilang.

18) Mengobati radang pankreas. Rebus 30 gram kulit jeruk dan 10 gram licorice (akar manis) dengan air.

manfaat kulit jeruk

Manfaat Kulit Jeruk

Kulit jeruk ternyata mempunyai banyak manfaat untuk meringankan berbagai gejala penyakit. Apa saja manfaatnya?

1) Mencegah mabuk perjalanan. Satu jam sebelum naik mobil, ambilah secuil kulit jeruk yang segar terus dekatkan ke hidung anda dan hiruplah aroma jeruk di kulitnya. Setelah naik mobil, terus menghirup minyak kulit jeruk itu untuk mencegah mabuk perjalanan.

2) Mencegah frostbite (radang dingin). Bakarlah beberapa kulit jeruk dan giling sampai menjadi bubuk, campurkan dengan minyak sayur dan oleskan ke daerah yang bengkak karena cuaca dingin tersebut.

3) Mengobati bronchitis (radang pada saluran paru-paru) kronis. Taruhlah 5 sampai 15 gram kulit jeruk kedalam sebuah gelas, tambahkan air yang mendidih untuk membuat segelas “teh kulit jeruk”. Minumlah sesering mungkin .

4) Mengobati batuk. Taruhlah 5 gram kulit jeruk kering kedalam 2 gelas air dan rebus selama 10 sampai 15 menit kemudian tambahkan beberapa jahe dan gula merah. Minumlah selagi hangat.

5) Mengobati konstipasti (sembelit/ susah buang air besar). Rebus 12 gram kulit jeruk segar atau 6 gram kulit jeruk kering dengan air untuk 10 sampai 15 menit. Minumlah 2 kali sehari untuk mencegah sembelit (susah buang air besar).

6) Mengobati hangover (perasaan sakit pada waktu bangun pagi setelah minum minuman keras terlalu banyak). Rebuslah 30 gram kulit jeruk segar dengan air untuk 15 sampai 20 menit, tambahkan sedikit garam dan minumlah.

7) Mengobati sakit geraham. Taruhlah sepotong kecil kulit jeruk yang segar ke dalam mulut anda selama 10 menit sebelum anda tidur. Tetaplah biarkan di dalam sampai anda merasa kurang nyaman.

8) Merawat dan mengobati gigi yang sensitif. Apakah gigi anda menjadi terasa sensitif setelah makan jeruk? Taruhlah kulit ke dalam gelas dan tambahkan air mendidih, tutup gelasnya selama 5 sampai 10 menit kemudian minumlah.

9) Mengobati mastitis (payudara terasa bengkak saat produksi ASI berlebih). Rebuslah 30 gram kulit jeruk yang segar dan 6 gram licorice (akar manis) dengan air. Minumlah dua kali sehari.

10) Menghilangkan bau mulut. Mengunyah sepotong kecil kulit jeruk yang segar dapat menghilangkan bau mulut.

11) Menghilangkan gejala alergi sehabis makan ikan dan kepiting. Rebuslah beberapa potong kulit jeruk segar dengan air dan minumlah.

12) Menghentikan muntah dan mengobati perut yang sakit. Rebus beberapa potong kulit jeruk dengan jahe yang segar bersama air dan minumlah.

13) Mencegah sesak di dada (sesak napas). Tambahkan air didih ke dalam gelas yang berisi kulit jeruk segar, tutuplah selama 10 menit, dan tambahkan gula sebelum kamu meminumnya, ia dapat menghentikan rasa sesak di dada dan radang tenggorokan.

14) Mengobati masalah pencernaan. Rendam 50 gram kulit jeruk dengan wine putih untuk kurang lebih selama 20 hari, ini sangat baik buat pencernaan, pusing dan muntah. Jika kamu makan terlalu banyak makanan berlemak dan merasa panas dalam, cobalah cara ini.

15) Menghilangkan dahak di dalam paru paru. Rendamlah sepotong kulit jeruk ke dalam wine putih untuk kurang lebih 20 hari dan minumlah, semakin lama direndam, hasilnya akan semakin baik.

16) Mengatasi kedinginan. Rebus beberapa kulit jeruk dan jahe segar di dalam air untuk kurang lebih 15 sampai 20 menit, tambahkan gula merah, dan minumlah seperti teh. Cara ini dapat mengobati kedinginan, flu, muntah dan batuk.

17) Mengembalikan nafsu makan yang kurang. Ambillah kulit jeruk yang segar dan jemurlah sampai kering. Campurkan kulit jeruk itu dengan daun teh. Ketika kamu sedang tidak punya nafsu makan, tambahkan air yang masak ke dalam dan aduklah bikinlah segelas “teh kulit jeruk”. Cara ini dapat mengembalikan nafsu makan kamu yang hilang.

18) Mengobati radang pankreas. Rebus 30 gram kulit jeruk dan 10 gram licorice (akar manis) dengan air.

sholat lah seperti nabi

Shalat Nabi Muhammad Saw. adalah ajaran penting dalam agama Islam. Sebagai garis pembatas antara keimanan dan pengingkaran pada Allah SWT. Tercatat dalam sirah Nabi Saw., ibadah shalatlah yang paling banyak dipraktekkan Nabi, secara teori maupun praktek.

Pernah suatu ketika Rasulullah mempraktekkan shalat di atas mimbar agar dapat disaksikan oleh para sahabat. Beliau lalu berdiri dan ruku’, kemudian bersabda: “ Ini Aku lakukan tidak lain agar kamu beriman kepadaku dan mengetahui shalatku.” (H.R. Bukhari Muslim)

Kesempurnaan pelaksanaan shalat  harus berdasarkan pada pengetahuan aturan praktek shalat yang dicontohkan oleh Rasulullah, mulai dari kewajiban shalat, tatacara, doa dan bacaannya.  Berdasarkan perintah beliau, “Shalatlah seperti kalian melihatku shalat.” (H.R Bukhari-Ahmad)

Shalat merupakan bagian dari rukun Islam. Keimanan kepada Allah sebagai penyucian diri dari noda kemusyrikan. Kewajiban shalat untuk membersihkan dari sifat kesombongan dan sarana pendekatan kepada Allah SWT bagi setiap orang yang berusaha takwa kepada-Nya.

Nabi Muhammad, sebagai nabi penutup, merupakan contoh terbaik. Harus tetap terpelihara dan menggiatkan pelaksanaannya untuk lebih dekat kepada-Nya. Karena, sesungguhnya shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya untuk orang-orang beriman (Q.S. 4:103).


Pembagian Shalat

Shalat terbagi pada Shalat Wajib dan Shalat Sunnah. Bagian terpenting adalah shalat wajib lima waktu yang harus dilakukan setiap hari. Telah diwajibkan kepada umat Muhammad pada malam Isra di Mekkah. Tepatnya setelah sembilan tahun sejak Nabi Muhammad diangkat menjadi Nabi.

Berdasarkan firman Allah, “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam, dan shubuh,” (Q.S. Al-Isra: 78). Kemudian diwajibkanlah shalat Dhuhur berjumlah 4 rakaat, Ashar berjumlah 4 rakaat, Magrib berjumlah 3 rakaat, Isya’ berjumlah 4 rakaat, dan Shubuh berjumlah 2 rakaat, yang dilaksanakan secara tertib.

Semua ulama madzhab dalam Islam telah sepakat bahwa shalat tidak boleh dilaksanakan sebelum masuk waktunya, yakni ditandai dengan seruan Adzan. Adzan, secara terminologi artinya memberitahukan di waktu-waktu shalat kepada khalayak umum dengan kata tertentu. Telah dipraktekkan sejak tahun pertama hijrah Nabi ke Madinah.


Kiblat Shalat

Pelaksanaan Shalat Nabi, harus selalu menghadap Ka’bah di Mekah sebagai kiblat shalat. Dengan bantuan teknologi saat ini, sangat mudah untuk mengetahui arah kiblat. Tetapi jika memang kita berada pada tempat asing tanpa mengetahui arah kiblat yang pasti, semua ulama Islam membolehkan untuk melaksanakan shalat ke arah yang dikehendaki.


Aturan Pakaian dan Kesucian

Menurut kesepakatan semua Fuqaha, setiap orang laki-laki dan perempuan wajib menutupi sebagian anggota badan dalam melaksanakan shalat seperti halnya kewajiban menutup aurat dihadapan orang lain yang bukan muhrim, ketika di luar shalat.

Diwajibkan melakukan wudhu terlebih dahulu sebelum shalat, sebagai ritual mensucikan diri. Kain penutup yang akan dipakai shalat pun harus suci dan sesuai dengan aturan Islam. Misalkan, kain sutra dan emas tidak boleh dipakai oleh kaum lelaki. Tetapi Nabi Saw. membolehkannya untuk kaum perempuan. Begitupun tempat shalat, harus suci dan bersih dari najis, baik najis yang kering ataupun basah.

Disunnahkan pula melaksanakan Iqamah sebelum shalat di mulai. Sebagaimana Adzan, iqamah harus dilapalkan dengan tertib, berbahasa arab, dan jelas.


Rukun dan fardhu Shalat

Secara ringkas, shalat Nabi harus dilakukan sempurna dan sesuai aturan, meliputi: Suci dari hadas dan najis kotoran, telah masuk waktu shalat, menghadap pada kiblat shalat, memakai pakaian yang menutupi aurat. Hal-hal tersebut merupakan “syarat shalat”.

Shalat memiliki rukun dan fardhu yang banyak dan harus dilakukan ketika shalat berlangsung, yaitu:

Niat, baik dilapalkan atau tidak, hakikatnya adalah tujuan dari perbuatan karena ketaatan mengikuti perintah Allah.

Takbiratul Ihram, dengan kalimat “Allahu Akbar”.

Bacaan Al-Fatihah yang wajib dibacakan dalam setiap rakaat shalat. Lalu dilanjutkan dengan bacaan surat-surat yang dipilih dari Al-Quran.

Ruku’, membungkukkan badan dengan lurus sampai dua telapak tangan memegang dua lutut.

Sujud

Tahiyyat, terbagi pada tahiyyat awwal yang dilakukan setelah dua rakaat pertama pada shalat wajib. Dan tahiyyat akhir yang ditutup dengan salam.

Mengucapkan salam sebagai penutup shalat, dengan kalimat “Assalamu’alaikum wa rahmatullah”.

Rukun dan fardhu shalat wajib dilakukan dengan tertib, secara berurutan dan langsung antara satu bagian dengan bagian lain.

Shalat menjadi penghalang dari kemungkaran dan kebejatan diri. Sebagai pembeda antara seorang mukmin dan kafir. Siapapun yang sengaja meninggalkan shalat, tetapi dia mengaku Mukmin. Maka perbuatan itu telah mendustakannya. Dalam firman Allah, “Apakah yang membuatmu masuk ke neraka Saqar? Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk golongan yang melaksanakan shalat.” (Q.S. 74:42-43)

Maka, shalatlah seperti yang dicontohkan Nabi!

sholat lah seperti nabi

Shalat Nabi Muhammad Saw. adalah ajaran penting dalam agama Islam. Sebagai garis pembatas antara keimanan dan pengingkaran pada Allah SWT. Tercatat dalam sirah Nabi Saw., ibadah shalatlah yang paling banyak dipraktekkan Nabi, secara teori maupun praktek.

Pernah suatu ketika Rasulullah mempraktekkan shalat di atas mimbar agar dapat disaksikan oleh para sahabat. Beliau lalu berdiri dan ruku’, kemudian bersabda: “ Ini Aku lakukan tidak lain agar kamu beriman kepadaku dan mengetahui shalatku.” (H.R. Bukhari Muslim)

Kesempurnaan pelaksanaan shalat  harus berdasarkan pada pengetahuan aturan praktek shalat yang dicontohkan oleh Rasulullah, mulai dari kewajiban shalat, tatacara, doa dan bacaannya.  Berdasarkan perintah beliau, “Shalatlah seperti kalian melihatku shalat.” (H.R Bukhari-Ahmad)

Shalat merupakan bagian dari rukun Islam. Keimanan kepada Allah sebagai penyucian diri dari noda kemusyrikan. Kewajiban shalat untuk membersihkan dari sifat kesombongan dan sarana pendekatan kepada Allah SWT bagi setiap orang yang berusaha takwa kepada-Nya.

Nabi Muhammad, sebagai nabi penutup, merupakan contoh terbaik. Harus tetap terpelihara dan menggiatkan pelaksanaannya untuk lebih dekat kepada-Nya. Karena, sesungguhnya shalat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya untuk orang-orang beriman (Q.S. 4:103).


Pembagian Shalat

Shalat terbagi pada Shalat Wajib dan Shalat Sunnah. Bagian terpenting adalah shalat wajib lima waktu yang harus dilakukan setiap hari. Telah diwajibkan kepada umat Muhammad pada malam Isra di Mekkah. Tepatnya setelah sembilan tahun sejak Nabi Muhammad diangkat menjadi Nabi.

Berdasarkan firman Allah, “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam, dan shubuh,” (Q.S. Al-Isra: 78). Kemudian diwajibkanlah shalat Dhuhur berjumlah 4 rakaat, Ashar berjumlah 4 rakaat, Magrib berjumlah 3 rakaat, Isya’ berjumlah 4 rakaat, dan Shubuh berjumlah 2 rakaat, yang dilaksanakan secara tertib.

Semua ulama madzhab dalam Islam telah sepakat bahwa shalat tidak boleh dilaksanakan sebelum masuk waktunya, yakni ditandai dengan seruan Adzan. Adzan, secara terminologi artinya memberitahukan di waktu-waktu shalat kepada khalayak umum dengan kata tertentu. Telah dipraktekkan sejak tahun pertama hijrah Nabi ke Madinah.


Kiblat Shalat

Pelaksanaan Shalat Nabi, harus selalu menghadap Ka’bah di Mekah sebagai kiblat shalat. Dengan bantuan teknologi saat ini, sangat mudah untuk mengetahui arah kiblat. Tetapi jika memang kita berada pada tempat asing tanpa mengetahui arah kiblat yang pasti, semua ulama Islam membolehkan untuk melaksanakan shalat ke arah yang dikehendaki.


Aturan Pakaian dan Kesucian

Menurut kesepakatan semua Fuqaha, setiap orang laki-laki dan perempuan wajib menutupi sebagian anggota badan dalam melaksanakan shalat seperti halnya kewajiban menutup aurat dihadapan orang lain yang bukan muhrim, ketika di luar shalat.

Diwajibkan melakukan wudhu terlebih dahulu sebelum shalat, sebagai ritual mensucikan diri. Kain penutup yang akan dipakai shalat pun harus suci dan sesuai dengan aturan Islam. Misalkan, kain sutra dan emas tidak boleh dipakai oleh kaum lelaki. Tetapi Nabi Saw. membolehkannya untuk kaum perempuan. Begitupun tempat shalat, harus suci dan bersih dari najis, baik najis yang kering ataupun basah.

Disunnahkan pula melaksanakan Iqamah sebelum shalat di mulai. Sebagaimana Adzan, iqamah harus dilapalkan dengan tertib, berbahasa arab, dan jelas.


Rukun dan fardhu Shalat

Secara ringkas, shalat Nabi harus dilakukan sempurna dan sesuai aturan, meliputi: Suci dari hadas dan najis kotoran, telah masuk waktu shalat, menghadap pada kiblat shalat, memakai pakaian yang menutupi aurat. Hal-hal tersebut merupakan “syarat shalat”.

Shalat memiliki rukun dan fardhu yang banyak dan harus dilakukan ketika shalat berlangsung, yaitu:

Niat, baik dilapalkan atau tidak, hakikatnya adalah tujuan dari perbuatan karena ketaatan mengikuti perintah Allah.

Takbiratul Ihram, dengan kalimat “Allahu Akbar”.

Bacaan Al-Fatihah yang wajib dibacakan dalam setiap rakaat shalat. Lalu dilanjutkan dengan bacaan surat-surat yang dipilih dari Al-Quran.

Ruku’, membungkukkan badan dengan lurus sampai dua telapak tangan memegang dua lutut.

Sujud

Tahiyyat, terbagi pada tahiyyat awwal yang dilakukan setelah dua rakaat pertama pada shalat wajib. Dan tahiyyat akhir yang ditutup dengan salam.

Mengucapkan salam sebagai penutup shalat, dengan kalimat “Assalamu’alaikum wa rahmatullah”.

Rukun dan fardhu shalat wajib dilakukan dengan tertib, secara berurutan dan langsung antara satu bagian dengan bagian lain.

Shalat menjadi penghalang dari kemungkaran dan kebejatan diri. Sebagai pembeda antara seorang mukmin dan kafir. Siapapun yang sengaja meninggalkan shalat, tetapi dia mengaku Mukmin. Maka perbuatan itu telah mendustakannya. Dalam firman Allah, “Apakah yang membuatmu masuk ke neraka Saqar? Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk golongan yang melaksanakan shalat.” (Q.S. 74:42-43)

Maka, shalatlah seperti yang dicontohkan Nabi!

Jumat, 26 November 2010

efek kesehatan dr berpikir negatif :

efek kesehatan dr berpikir negatif ┓̲:

* Bahwa jika kita sering membiarkan diri kita stress, maka kita akan mengalami gangguan pencernaan.

* Bila kita sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung.

* Bila kita mudah tersinggung, maka kita akan terkena insomnia (susah tidur).

* Bila sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah.

* Bila sering membiarkan rasa takut yg berlebihan, akan mudah terkena penyakit ginjal.

* Bila suka cemas akan diikuti sakit dyspepsia (sulit mencerna).

* Bila suka marah bisa sakit hepatitis.

* Bila sering apatis/acuh thd lingkungan, bisa mengakibatkan vitalitas melemah.

* Bila Anda sering tidak sabar, bisa mengakibatkan diabetes (sakit gula).

* Bila sering merasa kesepian, bisa mengakibatkan sakit demensia senelis (memori & kontrol fungsi tubuh berkurang & bisa menyebabkan kematian !!)

* Bila sering bersedih, bisa menderita leukemia (yg hingga kini belum ada obatnya

Faktor-faktor yg memudahkan Rizqi

Faktor-faktor yang memudahkan Rizqi
1. Rajin bersedekah
2. Membiasakan bangun tidur di pagi hari atau Subuh
3. Menulis dengan tulisan yang bagus
4. Bermuka ( raut wajah ) yang manis atau menyenangkan orang
5. Berbicara baik dan menarik
6. menyapu halaman dan mencuci tempat atau wadah sehabis digunakan
7. Mengerjakan Sholat 5 Waktu secara berjama’ah
8. Mengerjakan Sholat Dluha
9. Membiasakan Membaca Surat Waqi’ah
10. Membiasakan Membaca Surat Al Mulk
11. Membiasakan Membaca Surat Al Muzammil
12. Membiasakan Membaca Surat Al Insyiroh
13. Membiasakan Membaca Surat Wallaili Idza Yaghsya
14. Membiasakan datang ke Masjid sebelum Adzan
15. Membiasakan bersuci ( selalu dalam keadaan Wudlu )
16. Mengerjakan Sholat Fajar dan Sholat Witir
17. Tidak membicarakan urusan keduniaan sesudah sholat Witir
18. Meninggalkan omong kosong yang tidak berfaidah bagi agama dan dunia
19. Menjauhi duduk-duduk dengan Wanita yang tidak muhrimnya
20. Membiasakan tiap bakda subuh ( pagi ) membaca Tasbih : سبحان الله العظيم سبحان الله وبحمده استغرالله واتوب اليه
21. Membiasakan tiap bakda subuh ( pagi ) membaca : لااله الاّالله الملك الحقّ المبين × 100 22. Membiasakan setiap Ba’da Subuh dan Maghrib membaca : الحمد لله وسبحان الله ولا اله الاّ الله × 33 23. Membiasakan Setiap Ba’da Subuh membaca Istighfar ini : استغفر الله العظيم من كلّ ذنب عظيم × 70 24. Memperbanyak membaca Khauqolah لاحول ولاقوّة الاّ بالله العليّ العظيم 25. Memperbanyak membaca Sholawat atas Nabi SAW 26. Membaca do’a dibawah ini setipa selesai sholat Jumu’ah sebanyak 70 kali اللهمّ اغنني بحلالك عن حرامك وكفني بفضلك عمّن سواك Artinya : “ Ya Allah…berilah aku kekayan, dengan kehalalan-Mu, jauh dari keharaman-Mu, dan cukupilah aku dengan karunia-Mu dari orang selain engkau. “ 27. Membaca kalimah-kalimah Tasna’ ( sanjungan ) atau Asma’ul Husna dan Sholawat atas Nabi SAW
Kata Imam Abil Hasan As Syadzili ; apabila engkau kesulitan masalah rizqimu perbanyaklah membaca surat al falaq
Kata Mbah Hamid Bin Abdulloh Bin Umar Pasuruan : Sholat Jama’ah Subuh adalah kunci mudah rizqi. Bahkan beliau sampai berkata, kalau engkau dapat istiqomah mengerjakannya, kok tidak di beri cukup oleh Alloh SWT, caci makilah aku.
Kunci Rizqi lagi adalah : Bertaqwa kepada Alloh,.dan berbaktilah kepada orang tua Pasti Alloh akan mencukupi rizqimu
Kata Mbah Basir Jekulo Kudus ; perbanyaklah membaca Sholawat Dalailul Khoirot. & Sebelum shubuh bangun, kerjakanlah sholat-sholat sunnah