Kamis, 12 Mei 2011

Delapan Kebohongan IBU !! IBU Ternyata Seorang PEMBOHONG !!

1. Cerita ini dimulai ketika aku masih kecil, saya terlahir sebagai anak lelaki dari sebuah keluarga miskin. Yang terkadang untuk makan pun kita sering kekurangan. Kapanpun ketika waktu makan, ibu selalu memberikan bagian nasi nya untuk saya. Ketika beliau mulai memindahkan isi mangkuknya ke mangkuk saya, dia selalu berkata "Makanlah nasi ini anak ku. Aku tidak lapar"

ini adalah kebohongan Ibu yang pertama.


2. Ketika aku mulai tumbuh dewasa, dengan tekun nya ibu menggunakan waktu luangnya untuk memancing di sungai dekat rumah kami, dia berharap jika dia mendapatkan ikan, dia dapat memberikan aku sedikit makanan yang bergizi untuk pertumbuhan ku. Setelah memancing, dia akanmemasak ikan tersebut menjadi sup ikan segar yang meningkatkan selera makan ku. Ketika aku memakan ikan tersebut, ibu akan duduk disebelah ku dan memakan daging sisa ikan tersebut, yang masih menempel pada tulang ikan yang telah aku makan. Hatiku tersentuh sewaktu melihat haltersebut, aku menggunakan sumpitku dan memberikan potongan ikan yang lain kepadanya. Tetapi dia langsung menolaknya dengan segera dan mengatakan " Makanlah ikan itu nak, aku tidak seberapa menyukai ikan"

Itu adalah kebohongan ibu yang ke dua


3. Kemudian, ketika aku berada di bangku sekolah menengah, untuk membiayai pendidikan ku, ibu pergi ke sebuah badan ekonomi (KUD) dan membawa kerajinan dari korek api bekas. kerajinan tersebut menghasilkan sejumlah uang untuk menutupi kebutuhan kami. Ketika musimsemi datang, aku terbangun dari tidurku dan melihat ibuku yang masih terjaga, dan ditemani cahaya lilin kecil dan dengan ketekunan nya dia melanjutkan pekerjaan nya menyulam. Aku berkata "Ibu, tidurlah, sekarang sudah malam, besok pagi kamu masih harus pergi bekerja." Ibutersenyum dan berkata "Pergilah tidur, sayang. Aku tidak Lelah."

Itu adalah kebohongan ibu yang ke tiga


4. Pada saat Ujian akhir, ibu meminta izin dari tempat ia bekerja hanya untuk menemaniku. Pada saat siang hari dan matahari terasa sangat menyengat, dengan tabah dan sabar ibu menugguku dibawah terik sinar matahari untuk beberapa jam lamanya. Dan setelah bel berbunyi, yang menandakan waktu ujian telah berakhir, Ibu dengan segera menyambutku dan memberikan ku segelas teh yang telah beliau siapkan sebelumnya di botol dingin. kental nya teh terasa tidak sekental kasih sayang dari Ibu, yang terasa sangat kental. Melihat ibu menutup botol tersebut dengan rasa haus, langsung saya memberikan gelasku dan memintanya untuk minum juga. Ibu berkata "Minumlah, nak. Ibu tidak haus!"

Itu kebohongan ibu yang ke empat


5. Setelah kematian ayahku yang disebabkan oleh penyakit, Ibuku tersayang harus menjalankan peran nya sebagai orang tua tunggal. dengan mengerjakan tugasnya terlebih dahulu, dia harus mencari uang untuk memenuhi kebutuhan kami sendiri. Hidup keluargaku menjadi semakin kompleks. Tak ada hari tanpa kesusahan. Melihat keadaan keluargaku pada saat itu yang semakin memburuk, ada seorang paman yang tinggal dekat rumahku datang untuk menolong kami, baik masalah yang besar dan masalah yang kecil. Tetangga kami yang lain yang tinggaldekat dengan kita melihat kehidupan keluarga kami sangat tidak beruntung, Mereka sering menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang sangat keras kepala, tidak memperdulikan nasihat mereka, dia berkata " Saya tidak butuh cinta"

Itu adalah kebohongan ibu yang ke lima


6. Setelah saya menyelesaikan pendidikanku dan mendapatkan sebuah pekerjaan. itu adalah waktu bagi ibuku untuk beristirahat. Tetapi dia tetap tidak mayu; dia sangat bersungguh-sungguh pergi ke pasar setiap pagi, hanya untuk menjual beberapa sayuran untuk memenuhi kebutuhan nya. Saya, yang bekerja di kota yang lain, sering mengirimkan beliau sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan nya, tetapi Beliau tetap keras kepala untuk tidak menerima uang tersebut. Beliau sering mengirim kembali uang tersebut kepadaku. Beliau berkata "Saya punya cukup uang"

itu adalah kebohongan ibu yang ke enam

7. Setelah lulus dari program sarjana, kemudian saya melanjutkan pendidikan saya ke tingkat Master, saya mengambil pendidikan tersebut, dibiayai oleh sebuah perusahaan melalui sebuah program beasiswa, dari sebuah Universitas terkenal di Amerika. Akhirnya saya bekerja padaperusahaan tersebut. Dengan gaji yang lumayan tinggi, saya berniat untuk mengambil Ibu dan mengajak nya untuk tinggal di amerika. Tetapi Ibuku tersayang tidak mau merepotkan anak lelakinya, Beliau berkata kepadaku "Saya tidak terbiasa"

itu adalah kebohongan ibu yang ke tujuh

8. Sewaktu memasuki masa tua nya, ibu terkena kanker tenggorokan dan harus dirawat di rumah sakit. Saya yang terpisah sangat jauh dan terpisah oleh lautan, segera pulang ke rumah untuk mengunjungi ibuku tersayang. Beliau terbaring lemah ditempat tidurnya selepas selesaimenjalankan operasi. Ibu yang terlihat sangat tua, menatapku dengan tatapan rindu yang dalam. Beliau mencoba memberikan senyum diwajahnya. meskipun terlihat sangat menyayat dikarenakan penyakit yang dideritanya. Itu sangat terlihat jelas bagaimana penyakit tersebutmenghancurkan tubuh ibuku. dimana beliau sangat terlihat lemah dan kurus. Saya mulai mencucurkan airmata di pipi dan menangis. Hatiku sangat terluka, teramat sangat terluka, melihat ibuku dengan keadaan yang demikian. Tetapi ibu, dengan segala kekuatannya, berkata "jangan menangis, anakku sayang, Ibu tidak sakit"

Itu adalah kebohongan ibu yang ke delapan

setelah megatakan kedelapan kebohongan nya, Ibuku tersayang menutup matanya untuk selamanya!...

Apa See HIDUP MANDIRI ??

Mungkin Saya tidak selalu ada di sisi kalian saat kalian membutuhkanku ..

Satu-satunnya yang paling mampu bekerja sangat profesional menurutku adalah Mesin..Manusia itu bukan mesin.. manusia memiliki sesuatu yang respek dengan lingkungan di sekitarnya.. tapi justru itulah yang membedakan profesionalnya manusia dengan mesin menurutku.

Di sini saya hanya ingin mencurahkan buah dari sebuah pemikiran dan apa yang telah saya ambil kesimpulan dari berbagai kejadian yang pernah saya alami.

Hidup mandiri, sesuatu yang tidak asing lagi di telinga kita. Hidup mandiri mungkin salah satu hal yang bisa kita banggakan bagi orang yang sudah merasa hidupnya mandiri. Sebenarnya saya sendiri tidak tahu tolak ukur seseorang dikatakan sudah hidup mandiri.

Apa sih definisi atau pengertian dari “Hidup Mandiri” ??? Saya rasa sulit sekali untuk mengartikan kalimat tersebut. Nyatanya kita selalu membutuhkan orang lain. Jawaban dari pertanyaan tersebut tergantung pada sejauh mana pemahaman seseorang tentang apa itu “Hidup Mandiri”.

Se-pemahaman saya, ada sisi negatif dari efek yang ditimbulkan saat seseorang merasa dirinya sudah hidup mandiri. Saya menganalisa tentang orang-orang tersebut. Efek negatif yang sangat riskan dapat dilihat pada sepasang kekasih. Saat ada masalah yang kompleks melanda sepasang kekasih, dan sampailah keduanya merasa dirinya sudah bisa hidup mandiri, maka saat itulah kehancuran hubungan mereka berada di ambang pintu. Mengapa demikian..??Hal itu dikarenakan keduanya merasa dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Jika sudah seperti itu, hilanglah rasa untuk saling membutuhkan. 

Tips.
  1. Cobalah untuk dapat mengatakan pada pasanganmu “Sayang aku membutuhkanmu”
  2. Carilah sesuatu hal yang kamu butuhkan dari pasanganmu yang sekiranya tidak bisa kamu dapatkan dari orang lain, begitu sebaliknya.

Pada tips yang pertama mungkin bagi sebagian orang merasa LEBAY...
tapi ketahuilah, setidaknya hal itu bisa meredam emosi pasanganmu. Coba saja... bagaimana rasanya jika kamu sendiri yang mendapat kata-kata tersebut dari pasanganmu..??

Sedangkan pada tips yang kedua, sepertinya tidak mungkin jika kita mencari sesuatu dari si dia yang tidak dimiliki orang lain. Nyatanya pasti ada saja sesuatu yang kita butuhkan dari orang lain. Oleh karena itu.. coba tanamkanlah dalam diri kita untuk selalu hidup sederhana, bersyukur dan merasa cukup atas apa dimiliki pasanganmu.Untuk menjalankan tips ini tentunya harus dibarengi dengan kesadaran dan pengertian.

Kesimpulannya, Saling Membutuhkan adalah salah satu resep agar hubungan dengan pasanganmu  selalu harmonis. tapi sebaliknya antara Hamba dan Rabbnya ,,

Tuhan tak perlu hambanya tapi hambanya membutuhkan Tuhannya .. maka dari pada itu mari kita menjadi Hamba-Hamba yang Mutlak ...

By :  Im3m alqadrie

Cinta Meluluhkan Kebencian & Prasangka

“…dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil” (Al-Qur’an, Surah Al-Maaidah ayat :

“The hatred you’re carrying is a live coal in your heart – far more damaging to yourself than to them.”- “Kebencian yang Anda bawa, seumpama sebuah batu bara yang ada dalam hati Anda – yang jauh lebih merusak diri Anda sendiri ketimbang mereka (yang Anda benci)” ~ Lawana Blackwell

Suatu waktu seorang laki-laki dari Syam (Suriah) diupah Mu’awiyyah bin Abi Sufyan untuk mencaci-maki Keluarga Rasulullah saww. Di Madinah, lelaki ini berjumpa dengan Imam Hasan as (putera Imam Ali dan Fathimah & cucu Nabi Muhammad Saw) dan langsung saja ia mencerca dan mengutuk beliau. Imam Hasan tidak marah, bahkan ia menunggu sampai lelaki itu menyelesaikan “hajatnya”.

Setelah lelaki Syam ini selesai dan puas mengutuk beliau, Imam Hasan menyapanya sambil tersenyum :
“Anda pasti bukan orang sini. Apakah Anda tersesat?

Jika Anda butuh pertolongan, mari saya tolong.
Jika Anda butuh sesuatu, akan saya beri.
Jika Anda butuh petunjuk ke suatu tempat, mari saya tunjukkan,
Jika Anda butuh orang untuk membawakan barang-barang Anda, mari saya bawakan.
Jika Anda lapar, mari bersama saya makan bersama.
Jika Anda butuh pakaian, nanti saya akan beri.
Jika Anda diusir dari kampung halaman Anda, mari saya carikan tempat tinggal.
Jika Anda punya keperluan-keperluan, mari saya penuhi semua kebutuhan Anda dan
Jika Anda berada dalam perjalanan, tinggallah bersama saya untuk menjadi tamu saya, nanti akan saya beri Anda bekal….”

Setelah mendengar tawaran Imam Hasan yang sangat simpatik itu, lelaki dari Syam itu menangis seraya berkata, “Saya bersaksi bahwa Tuan adalah khalifah Allah di muka bumi ini. Allah Mahatahu bahwa sebelum ini, tuan dan ayah tuan adalah orang yang paling saya benci dan sekarang tuan dan ayah tuan adalah orang yang paling saya cintai di antara seluruh manusia di dunia ini!” (*)

Imam Hasan as, cucu Rasulullah saww ini, tidak segera marah ketika ia dicerca dan dikutuk sedemikian rupa. Pertama-tama ia berkata, “Pasti Anda bukan orang sini!”. Dengan demikian Imam Hasan mengawali pandangannya terhadap lelaki Syam ini dengan prasangka baiknya, bahwa beliau meyakini si lelaki malang ini bukan penduduk Madinah sehingga ia tiada mengenal Imam Hasan yang sesungguhnya.

Provokasi Mu’awiyyah terhadap penduduk Syam telah membentuk pandangan kebencian terhadap Ahlul Bait Rasulullah, namun sikap santun dan simpatik dari Imam Hasan mengubah pola pikir dan pandangannya tentang Ahlul Bait.
Hal seperti ini pun terjadi pada kita semua. Kita sering mengecam dan mencela seseorang atau suatu kelompok yang hanya kita ketahui dari musuh-musuh mereka, bukan dari orang yang kita kecam itu sendiri.
Informasi yang terdistorsi telah merusak pandangan kita yang jernih. Ketelitian dan kejujuran kita untuk mengamati pandangan orang lain sangatlah diperlukan.

Rumi bersyair : Siapa menabur benih duri di dunia ini, Waspadalah! Jangan mencarinya di kebun mawar! (**)
Asumsi-asumsi serta prasangka-prasangka yang tak beralasan mesti disingkirkan dari benak pikiran kita.
“Hatred is settled anger” – “Kebencian dimantapkan dengan kemarahan” ~ Marcus Tullius Cicero
Allahumma shallii ‘alaa Muhammad wa Aali Muhammad…Ya Allah taburkanlah senantiasa kepada kami berkah cintaMu, cinta MuhammadMu, dan Ahlul-bayt RasulMu…amiin.. ____________________

Tebarkan Salam dan Senyuman .

(*) Ali Muhammad Ali, Para Pemuka Ahlul Bait, Imam Hasan as, Pustaka Hidayah

teori organisasi umum 2 tugas 4

Macam - Macam Ongkos/Biaya Produksi

Kurva ongkos adalah kurva yang menujukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan. Ongkos produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output. Macam-macam ongkos sebagai berikut :

1. Total Fixed Cost (Biaya Total Tetap) adalah jumlah biaya tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh penyusutan, sewa, dsb.

2. Total Variable Cost (Biaya Variabel Total) adalah jumlah biaya yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh biaya bahan mentah, tenaga kerja, dsb.

3. Total Cost (Biaya Total) adalah penjumlahan antara biaya total tetap dengan biaya total variabel. Rumus : TC = TFC + TVC

4. Average Fixed Cost (Biaya Variabel Rata-Rata) adalah biaya tetap yang dibedakan kepada setiap unit output. Rumus : AFC = TFC/Q

5. Average Variable Cost (Biaya Variabel Rata-Rata) adalah biaya variabel yang dibebankan untuk setiap unit output. Rumus : AVC = TVC/Q

6. Average Total Cost (Biaya Total Rata-Rata) adalah biaya produksi yang dibebankan untuk setiap unit output. Rumus : ATC = TC/Q

7. Marginal Cost (Biaya Marginal) adalah tambahan atau kekurangannya biaya total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output. Rumus : MC = ∆TC/∆Q = ∆TVC/∆Q









Selasa, 10 Mei 2011

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang
“Sebarkanlah walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW) “Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”

Hal2 Sepele Yang Bisa Bikin Pembuluh Darah Otak Pecah

Utrecht, Belanda,

Pecahnya pembuluh darah di otak lebih dikenal sebagai stroke. Tapi buat beberapa orang pecahnya pembuluh darah bisa diawali dengan penyakit kelainan pembuluh darah otak yang disebut aneurisma.

Aneurisma ini adalah kondisi melemahnya dinding pembuluh darah sehingga ketika ada tekanan yang berat terjadi penggelembungan lalu merembes atau pecah. Sering sakit kepala adalah gejala yang paling menonjol dari aneurisma.

Jika pecah, benjolan tersebut bisa memicu stroke hemoragi atau stroke yang disertai perdarahan di otak. Penyebabnya bisa bermacam-macam, namun yang paling umum adalah peningkatan tekanan darah akibat aktivitas maupun pengaruh makanan atau obat-obatan.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Monique HM Vlak, MD, ahli saraf dari University Medical Center di Utrecht, Belanda mengungkap 8 penyebab pecahnya pembuluh darah pada penderita aneurisme otak mungkin terlihat sepele.

Hal-hal yang bisa menekan pembuluh darah otak penderita aneurisma yang bisa memicu stroke seperti dikutip dari Medicalnewstoday, Jumat (6/5/2011) adalah sebagai berikut.

1.Minum kopi (10,6 persen)
2.Aktivitas fisik yang berlebihan (7,9 persen)
3.Menghembuskan udara kuat-kuat dari hidung (5,4 persen)
4.Berhubungan seks (4,3 persen)
5.Mengejan saat buang air besar (3,6 persen)
6.Minum minuman bersoda (3,5 persen)
7.Kaget (2,7 persen)
8.Marah (1,3 persen).


Data tersebut diperoleh berdasarkan pengamatan terhadap 250 pasien aneurisme otak. Dalam kuisioner yang dibagikan, para partisipan diminta menyebut aktivitas yang dilakukan sebelum mengalami stroke maupun perdarahan akibat pecahnya benjolan aneurisma.

Sementara itu menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, angka kematian akibat stroke tidak bisa dianggap remeh. Dari sekitar 700 ribu kasus stroke yang terjadi tiap tahun, 160 ribu di antaranya berakhir dengan kematian.

Pertarungan antara fikiran positip dan negatip

Fikiran positip dan negatip saling bertarung dalam diri manusia, tinggal mana yang memenangkan pertarungan itu, kita nggak bisa menentukannya karena ade reaksi komplek yang terjadi dalam alam bawah sadar, yang merangsang otak dan menggerakkan fikiran,...hanya diri kita yang tau mana yang lebih dominan.
Menunda, malas, marah, lesu, curiga, malu, ragu-ragu, rendah diri, sombong, egois, minder, kuatir, berkata-kata kotor, cemburu, patah hati, takut, berpikir jorok, dengki, iri, sirik, dendam, sinis, cemberut, pesimis, takut gagal, resah, takut memulai, cuek, acuh, pasif, cemas, menipu, merajuk, murka, fitnah, menang sendiri, bergosip ria, merasa tak pernah salah, berbohong, berprasangka buruk, meremehkan; beberapa contoh fikiran negatip, yang terkadang menguasai diri kita